Redesain Kurikulum Program Doktor PGMI

Ingin melahirkan ilmuwan sejati, ini sesuai dengan motto program doktor Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakulktas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yakni “Innovation Through Discovery of New Science to Build a Better Future”.

Dengan diterbitkannya ijin operasional Program Doktor dari Dirjen Diktis Kementerian Agama Republik Indonesia pada April 2023, maka tugas pertama yang dilakukan oleh pengelola Prodi adalah melakukan redesain kurikulum, dengan menghadirkan pengguna lulusan serta pengelola prodi sejenis yang diselenggarakan di hotel Saphir Yogyakarta, pada tanggal 31 Mei 2023.

Ketua Program Doktor PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Istiningsih, M Pd merancang kurikulum yang berorientasi melahirkan ilmuwan sejati. Selain itu, menurut Prof Istiningsih kurikulum yang didesain ini sepenuhnya melayani keinginan calon mahasiswa.

“Semenjak seleksi masuk mahasiswa telah menyiapkan draft Disertasi dan dalam perjalanan menjalani perkuliahan, mereka dibimbing oleh dosen pembimbing akademik untuk mengambil mata kuliah mata kuliah yang menunjang penyelesaian disertasi,” kata Prof Istiningsih, di sela-sela kegiatan, Rabu (31/5/2023).

Lanjut Prof Istiningsih menjelaskan, tema disertasi dijadikan tema besar atau payung bagi setiap mahasiswa. Selanjutnya melalui bimbingan dosen pembimbing akademik, tema besar tersebut di-breakdownmenjadi sub tema sub tema yang ditawarkan pada semester tiga, empat, dan lima. Sebanyak sekitar 20 Mahasiswa mengambil mata kuliah wajib pada semester satu sekitar 10 SKS, dan proposal disertasi 6 SKS, serta disertasi 12 SKS.

“Mata kuliah wajib ditempuh melaluicoursework, sedangkan mata kuliah penunjang sub tema disertasi melaluiresearch. Inilah yang kemudian disebut model CW+R. Namun tidak menutup kemungkinan modelcourseworkjuga terdapat miniresearchdi dalamnya,” tutur Prof Istiningsih.

Dikatakan,workshopini merekomendasikan kurikulum yang diterapkan di program doktor PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga adalah kurikulum kombinasi model CW+R. “Pendekatan yang diterapkan dalam perkuliahan adalah individu dan atau kelompok kepada mahasiswa yang tema disertasinya serumpundari perspektifkeilmuan,” tandas Prof Istiningsih.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Abdul Munip, M Ag memberikan pesan, ada kemungkinan dalam mengimplementasikan kurikulum ini akan muncul kendala teknis, yakni sistem akademik yang ada di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Menurut Prof Abdul Munip, pada saat kini SIA di universitas menawarkan mata kuliah dengan bobot SKS tertentu. Padahal model yang dirancang ini idealnya menggunakan SIA yang melayani setiap mahasiswa dengan mata kuliah yang diambil yang kemungkinan berbeda bobot SKS-nya antara mahasiswa satu dengan yang lainnya. “Maka sangat penting untuk segera melaporkan serta men-sounding-kan model baru ini kepada bagian akademik universitas,” pesannya.

Dr. Imam Machali, M Ag selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan sangat mendukung model kurikulum ini. Dikarenakan mahasiswa telah menyiapkan drfat disertasi semenjak seleksi penerimaan mahasiswa baru. Maka saat yang tepat untuk dibimbing oleh DPA dalam mem-breakdownmenjadi sub-sub tema disertasi pada saat pelaksanaan program sosialisasi perkuliahan/pembelajaran dalam acara orientasi studi (sebut sospem) sebelum perkuliahan dimulai. “Teknis pelaksanaannya bisa berupaworkshopmenyusun sub – sub tema riset disertasi,” pungkasnya.

Sementara itu, dari tempat yang berbeda Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga berpesan, agar desain baru kurikulum ini segera di-reviewoleh ahlinya. Maka dalam waktu yang tidak lama akan dilakukan workshop lanjutan yaknireviewkurikulum model CW+R Program Doktor PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pihaknya juga pesan agar model baru kurikulum ini tetap memperthatikan regulasi yang ada serta isu-isuuptodatependidikan diantarnya KKNI, SNPT, serta prinsip – prinsipEducation 4.0. “Teriring doa semoga rancangan ini diridloi olehNya serta didukung oleh berbagai pihak yang berwenang serta fungsional sebagaitooldalam mencapai tujuan pendidikan yang dicanangkan oleh program doktor PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga,” ujarnya.

https://bernasnews.id/2023/06/01/melalui-integreted-science-curriculum-program-doktor-pgmi-fitk-uin-sunan-kalijaga-ingin-melahirkan-ilmuan-sejati/