Mhd Saleh Paparkan Model Integrasi Ilmu Pendidikan Dasar dan Epistemologi Islam dalam Ujian Tertutup Disertasi di UIN Sunan Kalijaga

Yogyakarta, 7 Oktober 2026 – Mhd Saleh, mahasiswa Program Doktor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengikuti ujian tertutup disertasi pada Rabu, 7 Oktober 2026. Dalam ujian tersebut, ia mempresentasikan disertasi berjudul “Integrasi Ilmu Pendidikan Dasar dan Epistemologi Keilmuan Islam dalam Kerangka Outcome Based Education (OBE) di Prodi Magister PGMI.” Penelitian ini mengambil lokasi di Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Maemonah, M.Ag. selaku Ketua Sidang, didampingi Dr. Sintha Sih Dewanti, S.Pd.Si., M.Pd.Si. sebagai Sekretaris. Tim penguji terdiri atas Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I., Prof. Dr. Istiningsih, M.Pd., Prof. Dr. Mahmud Arif, M.Ag., Prof. Dr. Zainal Arifin, S.Pd.I., M.S.I., dan Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag. selaku Promotor I.

Dalam pemaparannya, Mhd Saleh menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pengembangan konsep integrasi keilmuan Islam dan implementasinya dalam kurikulum pendidikan tinggi. Selama ini, kajian integrasi keilmuan lebih banyak menekankan aspek filosofis, ontologis, dan epistemologis, sementara penerjemahannya ke dalam desain kurikulum, proses pembelajaran, serta sistem penilaian berbasis capaian pembelajaran belum memperoleh perhatian yang seimbang. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multiple case study melalui wawancara, observasi, analisis dokumen, dan analisis lintas kasus (cross-case analysis). Kerangka teoretis yang digunakan memadukan teori integrasi-interkoneksi M. Amin Abdullah, Outcome-Based Education William G. Spady, serta Constructive Alignment John Biggs dan Catherine Tang.

Temuan pertama penelitian menunjukkan bahwa konstruksi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang integratif memerlukan dua keselarasan yang berjalan secara bersamaan, yaitu Outcome Alignment dan Scientific Identity Alignment. Keselarasan pertama menghubungkan visi, misi, tujuan, strategi, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), hingga Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Sementara itu, keselarasan kedua memastikan bahwa identitas epistemologis dan filosofi integrasi keilmuan Islam tetap terpelihara pada setiap tingkatan kurikulum. Dengan demikian, keberhasilan implementasi OBE di perguruan tinggi Islam tidak cukup hanya ditentukan oleh kesesuaian administratif antara CPL, mata kuliah, dan RPS, tetapi juga oleh konsistensi penerjemahan paradigma keilmuan Islam ke dalam capaian pembelajaran yang terukur dan bermakna.

Temuan kedua dan ketiga memperlihatkan bahwa integrasi keilmuan tidak secara otomatis terwujud melalui penggunaan metode pembelajaran atau instrumen penilaian tertentu. Pembelajaran integratif harus dirancang sebagai proses yang menghubungkan capaian pembelajaran, aktivitas mahasiswa, perjumpaan epistemik (epistemic encounter), penelitian atau praktik, pengembangan produk akademik, umpan balik, hingga pembuktian ketercapaian capaian pembelajaran. Adapun penilaian integratif menuntut penggunaan tugas autentik, bukti kinerja atau produk mahasiswa, rubrik penilaian yang transparan, serta pertimbangan epistemik terhadap kualitas integrasi pengetahuan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi ilmu pendidikan dasar dan epistemologi keilmuan Islam harus dapat dibuktikan melalui kemampuan mahasiswa dalam mempertemukan pengetahuan disipliner, bukti empiris, dan sumber-sumber keislaman secara kritis, mendalam, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Melalui penelitian ini, Mhd Saleh menawarkan penguatan konseptual terhadap pengembangan kurikulum OBE di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), khususnya pada Program Studi Magister PGMI. Kontribusi utama penelitian terletak pada penegasan bahwa integrasi keilmuan tidak boleh berhenti sebagai pernyataan visi institusi atau rumusan capaian pembelajaran, tetapi harus diterjemahkan menjadi pengalaman belajar, kinerja epistemik, dan bukti ketercapaian yang dapat dinilai secara akademik. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum pendidikan tinggi Islam yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan, tetapi juga memperkuat identitas keilmuan Islam, tradisi berpikir kritis, dan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat. Ujian tertutup tersebut menjadi bagian penting dari proses akademik doktoral Mhd Saleh dalam mengembangkan gagasan integrasi keilmuan yang lebih operasional, sistematis, dan berbasis bukti.