Ujian Komprehensif Mahasiswa Doktor PGMI UIN Sunan Kalijaga: Fadillah Prabowo Kaji Integrasi Nilai Ekoteologi dalam Pembelajaran IPA

YOGYAKARTA — Program Doktor (S3) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menyelenggarakan Ujian Komprehensif sebagai salah satu tahapan akademik dalam proses penyelesaian studi doktoral. Ujian tersebut diikuti oleh Fadillah Prabowo, M.Pd., mahasiswa Program Doktor PGMI, pada Jumat, 6 Maret 2026, bertempat di Ruang PPG-3-303.

Ujian berlangsung pada pukul 13.00–14.00 WIB dan dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Maemonah, M.Ag. selaku Ketua Sidang/Penguji 3. Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi oleh Prof. Dr. Sigit Purnama, S.Pd.I., M.Pd. selaku Penguji 1 sekaligus Pembimbing 1, Fitri Yuliawati, S.Pd.Si., M.Pd.Si. sebagai Penguji 2, serta Dr. Winarti, S.Pd., M.Pd.Si. sebagai Pembimbing 2.

Mengkaji Integrasi Ekoteologi dalam Pembelajaran IPA

Dalam ujian tersebut, Fadillah Prabowo mempresentasikan tugas akhir berjudul “Integrasi Nilai-Nilai Ekoteologi dalam Pembelajaran IPA: Kajian Konseptual dan Teoretis Perspektif Pendidikan Dasar Islam.”

Kajian ini membahas pentingnya menghadirkan nilai-nilai ekoteologi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada jenjang pendidikan dasar Islam. Integrasi tersebut diarahkan untuk membangun keterpaduan antara pengetahuan sains, nilai-nilai keislaman, kesadaran ekologis, dan pembentukan karakter spiritual peserta didik.

Pembelajaran IPA tidak hanya dipandang sebagai proses untuk memahami berbagai fenomena alam secara ilmiah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan yang dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik mengenai hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT. Perspektif ekoteologi memberikan landasan bahwa pemahaman terhadap lingkungan perlu disertai dengan nilai tanggung jawab, kepedulian, keseimbangan, dan amanah dalam menjaga kelestarian alam.

Melalui kajian konseptual dan teoretis tersebut, Fadillah berupaya memperkuat perspektif pendidikan dasar Islam yang menempatkan pembelajaran sains dalam kerangka yang lebih integratif. Dengan demikian, peserta didik diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan memahami konsep-konsep IPA, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan spiritual dalam menyikapi berbagai persoalan lingkungan di kehidupan sehari-hari.

Pendalaman Kajian melalui Diskusi Akademik

Setelah pemaparan, ujian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, pendalaman materi, dan pemberian masukan oleh para penguji. Diskusi akademik diarahkan pada penguatan konsep ekoteologi, relevansinya dengan pembelajaran IPA, landasan teoretis yang digunakan, serta peluang pengembangan kajian tersebut dalam konteks pendidikan dasar Islam.

Masukan dan pertanyaan dari para penguji menjadi bagian penting dalam proses akademik untuk menguji kedalaman penguasaan mahasiswa sekaligus menyempurnakan kerangka pemikiran yang menjadi dasar pengembangan penelitian selanjutnya. Proses tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempertajam argumentasi ilmiah dan memperkuat keterkaitan antara perspektif keislaman dengan pembelajaran sains.

Langkah Menuju Penyelesaian Studi Doktoral

Ujian Komprehensif merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa Program Doktor PGMI. Melalui tahapan ini, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan penguasaan terhadap bidang keilmuan sekaligus kesiapan untuk melanjutkan proses penelitian menuju penyelesaian disertasi.

Pelaksanaan Ujian Komprehensif Fadillah Prabowo berlangsung tertib dan lancar. Kajian mengenai integrasi nilai-nilai ekoteologi dalam pembelajaran IPA diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran sains yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kesadaran ekologis, karakter, dan spiritualitas peserta didik dalam konteks pendidikan dasar Islam.

Pelaksanaan ujian ini sekaligus menegaskan komitmen Program Doktor PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mendorong lahirnya kajian-kajian akademik yang responsif terhadap tantangan pendidikan dan lingkungan, serta mampu mempertemukan sains, keislaman, dan nilai-nilai ekologis dalam pengembangan pendidikan dasar.