Rita Sari Torehkan Sejarah sebagai Doktor Pertama S3 PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Yogyakarta, 19 Agustus 2026 — Perjalanan pengembangan pendidikan doktoral di bidang Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mencatat tonggak baru. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi meluluskan doktor pertama dari Program Doktor (S3) PGMI. Capaian tersebut diraih oleh Rita Sari, M.Pd., melalui sidang promosi doktor yang berlangsung pada 19 Agustus 2026.
Rita Sari menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan predikat cumlaude. Kelulusan tersebut sekaligus menempatkan dirinya sebagai doktor pertama yang diluluskan oleh Program S3 PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga, sekaligus menjadi doktor pertama dari Program S3 PGMI pada lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.
Capaian tersebut tidak hanya menandai keberhasilan personal dalam menyelesaikan pendidikan doktoral, tetapi juga menjadi bagian penting dari perkembangan akademik Program S3 PGMI. Kehadiran lulusan doktor pertama menjadi penanda tumbuhnya tradisi pendidikan dan penelitian pada bidang pendidikan guru madrasah ibtidaiyah di tingkat doktoral.
Mengembangkan Pembelajaran IPA Berbasis Budaya Aceh
Dalam sidang promosi doktor, Rita Sari mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran IPA dengan Seuramoe Saentia Bermuatan Budaya Aceh untuk Mengoptimalkan Literasi Sains Siswa Kelas V MI.”
Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan model pembelajaran IPA yang menghubungkan pengetahuan sains dengan kekayaan budaya lokal Aceh. Model yang dikembangkan diarahkan untuk membantu siswa kelas V madrasah ibtidaiyah memahami konsep-konsep IPA melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan, lingkungan, serta latar sosial budaya mereka.
Pendekatan ini menempatkan budaya lokal bukan sekadar sebagai pelengkap atau ilustrasi dalam pembelajaran. Budaya menjadi konteks yang digunakan untuk menghubungkan pengalaman sehari-hari siswa dengan konsep-konsep ilmiah. Dengan demikian, pembelajaran IPA diharapkan menjadi lebih kontekstual dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya pengembangan literasi sains sejak jenjang madrasah ibtidaiyah. Penguasaan konsep sains tidak hanya diarahkan pada kemampuan mengingat materi, tetapi juga pada kemampuan siswa memahami fenomena, menggunakan pengetahuan, serta mengaitkan sains dengan persoalan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Sidang Promosi Menghadirkan Akademisi dari Dua Perguruan Tinggi
Sidang promosi doktor Rita Sari dipimpin oleh Prof. Dr. H. Sri Sumarni, M.Pd. sebagai ketua dan Dr. Sinta Sih Dewanti, S.Pd.Si., M.Pd.Si. sebagai sekretaris.
Dalam proses pengujian, Prof. Dr. H. Maksudin, M.Ag. bertindak sebagai penguji sekaligus promotor. Tim penguji juga terdiri atas Prof. Dr. Ibrahim, S.Pd., M.Pd.; Dr. Winarti, S.Pd., M.Pd.Si.; Dr. Sigit Prasetyo, S.Pd.Si., M.Pd.Si.; dan Jamil Suprihatiningrum, S.Pd., M.Pd.Si., Ph.D.
Sidang tersebut turut menghadirkan Dr. Sudiati, M.Hum. dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai penguji eksternal.
Kehadiran penguji eksternal dari perguruan tinggi lain menjadi bagian dari proses akademik dalam menguji kualitas penelitian doktoral secara lebih luas. Substansi penelitian, pendekatan metodologis, argumentasi ilmiah, serta kontribusi penelitian menjadi bagian yang mendapat perhatian dalam proses promosi doktor.
Dengan demikian, sidang promosi tidak semata-mata menjadi tahapan administratif menuju kelulusan, tetapi juga menjadi forum akademik untuk menguji dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan komunitas ilmiah.
Tonggak Baru bagi Program S3 PGMI
Sebagai lulusan pertama Program S3 PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga, Rita Sari menjadi bagian dari catatan penting dalam perjalanan program doktor tersebut. Predikat cumlaude yang diraihnya semakin memperkuat capaian akademik pada momentum awal lahirnya lulusan doktor dari program tersebut.
Capaian ini sekaligus memperlihatkan semakin berkembangnya kebutuhan terhadap sumber daya akademik yang memiliki kepakaran pada bidang pendidikan dasar dan madrasah. Pendidikan guru madrasah ibtidaiyah memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan penguatan fondasi pendidikan peserta didik pada jenjang dasar.
Lahirnya doktor pertama dari Program S3 PGMI diharapkan dapat menjadi salah satu pijakan bagi penguatan tradisi riset dan pengembangan keilmuan PGMI. Kehadiran lulusan doktor juga membuka peluang semakin luasnya kontribusi akademik dalam pengembangan pembelajaran, kurikulum, pendidikan guru, serta penelitian pendidikan madrasah ibtidaiyah.
Sains dalam Bingkai Budaya Lokal
Salah satu aspek yang menonjol dari penelitian Rita Sari adalah upaya mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman budaya peserta didik. Dalam konteks pendidikan dasar, pendekatan tersebut memiliki arti penting karena siswa berinteraksi dengan lingkungan sosial dan budaya mereka sebelum berhadapan dengan konsep-konsep ilmiah yang lebih formal.
Melalui model Seuramoe Saentia, budaya Aceh digunakan sebagai bagian dari pengalaman pembelajaran IPA. Fenomena dan praktik budaya yang dekat dengan kehidupan peserta didik menjadi pintu masuk untuk memahami berbagai konsep sains.
Pendekatan semacam ini memberikan ruang bagi pembelajaran IPA untuk tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas. Siswa didorong untuk melihat keterkaitan antara sains, lingkungan, pengalaman sehari-hari, dan budaya yang hidup di sekitar mereka.
Dalam konteks madrasah ibtidaiyah, pembelajaran yang kontekstual juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengembangkan literasi sains. Siswa tidak hanya diarahkan untuk mengetahui konsep, tetapi juga menggunakan pengetahuan tersebut dalam memahami fenomena dan persoalan yang mereka jumpai.
Memperkuat Ekosistem Riset Pendidikan Madrasah
Kelulusan doktor pertama Program S3 PGMI menjadi momentum tersendiri bagi FITK UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat ekosistem akademik dan riset pada bidang pendidikan guru madrasah ibtidaiyah.
Program doktor tidak hanya berfungsi menghasilkan lulusan dengan jenjang pendidikan tertinggi, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan gagasan, model, dan penelitian yang dapat memberikan kontribusi terhadap persoalan pendidikan. Dalam konteks tersebut, disertasi Rita Sari menjadi salah satu contoh penelitian yang berangkat dari persoalan pembelajaran di tingkat madrasah dan mengembangkan alternatif pemecahan melalui inovasi model pembelajaran.
Pengembangan pembelajaran IPA bermuatan budaya Aceh juga menunjukkan bahwa penelitian pendidikan dapat menggali kekuatan lokal sebagai sumber inovasi. Kekayaan budaya daerah tidak harus ditempatkan berseberangan dengan perkembangan sains, tetapi dapat dipertemukan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan peserta didik.
Menjadi Awal Perjalanan Akademik Baru
Predikat cumlaude dan status sebagai doktor pertama S3 PGMI PTKIN Indonesia menjadikan kelulusan Rita Sari sebagai sebuah capaian penting. Namun, lebih dari sekadar pencapaian akademik personal, momentum tersebut juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan Program S3 PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga.
Kehadiran doktor pertama diharapkan menjadi awal bagi semakin kuatnya tradisi akademik, penelitian, dan publikasi dalam bidang pendidikan guru madrasah ibtidaiyah. Di sisi lain, penelitian yang dihasilkan dari pendidikan doktoral diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi praktik pendidikan.
Dengan lahirnya lulusan pertama Program S3 PGMI, FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menambah satu catatan penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan doktoral bidang PGMI di Indonesia. Capaian tersebut sekaligus membuka lembaran baru bagi penguatan keilmuan, riset, dan inovasi pendidikan madrasah ibtidaiyah di masa mendatang.