Program Doktor PGMI FTIK UIN Sunan Kalijaga Berkolaborasi dengan MI Sananul Ula Daraman Gelar Talk Show Bedah Cara Meningkatkan Kualitas Sekolah

Program DoktorPendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Kalijaga berkolaborasi denganMI Sananul Ula, Daraman, Srimartani, Piyungan Bantul mengelartalkshowuntuk membedah cara meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah.

Kegiatan yang merupakan rangkaian Rapat Kerja (Raker) penyusunan kurikulum MI Sananul Ula Daraman dengan PendampinganPGMIFTIK UIN Sunan Kalijaga tersebut dilangsungkan di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta, Rabu (10/7/2024).

Talkshowmenghadirkan panelis Kepala Sekolah MI Sananul Ula Daraman Ridwan, S.E. dan Ketua Komite Sekolah, Fauzan, S.Pd.

Sedangkan narasuber dari Program Doktor PGMI FITK yaitu Prof. Dr. Hj. Istiningsih, M.Pd. (Ketua Program Studi Doktor PGMI), Dr. Sintha Sih Dewanti, M.Pd (Sekretaris Program Studi Doktor PGMI), Prof. Dr. Hj. Erni Munastiwi, M.M. (Dosen Program Studi Doktor PGMI), Dr. Sigit Prasetyo, M.Pd. Si. (Dosen Program Studi Doktor PGMI) dan Prof. Dr. Hj. Na'imah, M.Hum. (Dosen Program StudiDoktorPGMI).

Talkshowyang mengangkat tema “Inovasi Manajemen Madrasah Ibtidaiyah Menuju Madrasah Berkualitas” tersebut dipandu moderator, Laila Fajrin, mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Dalam sesi pertamatalkshow,Kepala Sekolah MI Sananul Ula Daraman, Ridwan, S.E. memaparkan kondisi madrasahnya.

Ia menjelaskan, MI Sananul Ula Daraman sudah berdiri sejak 54 tahun silam dan saat ini memiliki 19 rombongan belajar, dengan jumlah siswa 500 lebih.

Sejak berdiri hingga sekarang ada hal yang menonjol yang menjadi nilai plus madrasahnya, yaitu Pendidikan agama yang disampaikan kepada peserta didik.

“Madrasah kami menekankan pendidikan agama sebagai ruang untuk membentuk karakter anak didik supaya mereka memiliki akhlaqul karimah. Hal itu di-support dengan adanya pendidikan MADIN (Madrasah Diniyah) yang terintegrasi dengan Pendidikan umum yang ada di sekolah. Kami juga memiliki pondok pesantren dengan program unggulan tahfidz,” ungkapnya.

Namun demikian, Ridwan menyadari ada yang harus ditingkatkan dari MI Sananul Ula Daraman, diantaranya adalah sarana prasarana (Sarpras) yang perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.“Sampai hari ini Kami masih terus mengupayakan perbaikan Sarapras, terutama untuk Pondok Pesantren yang saat ini masih khusus untuk siswa laki-laki, sedang untuk pesantren perempuan masih dalam rancangan dan pengumpulan pendanaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite sekolah, Fauzan, S.Pd menjelaska, selama ini Komite sekolah selalu dilibatkan dalam proses pembangunan yang dilakukan oleh pihak sekolah.

“Kemudian kolaborasi yang terjadi juga berjalan, komite terus merapatkan barisan, mendukung untuk pembangunan sekolah , komite juga mengupayakan untuk perbaikan sarpras terutama dalam penyediaan sarana teknologi, karena di madrasah untuk Lab Komputer itu belum tersedia, Kami masih berusaha mengupayakan itu, termasuk untuk pembangunan Pondok pesantren putrinya,” imbuhnya.

Dalamtalkshowjuga mengemuka pertanyaan untuk para narasumber, diantaranya bagaimana agar MI Sananul Ula Daraman bisa menasional, bahkan tingkat regional Asia atau meningkat lebih mengglobal.

Pertama, perlu kurikulum yang berisi 4 C (Critical Thinking Skill, Creative, Collaburation, Comunication) atau keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan komunikasi.

Kemudian yang kedua pembenahan dari sisi SDM, baik dari sisi pendidik dan peserta didik.

“Pendidik ini penting untuk terus meningkatkan kompetensinya supaya terus berkembang, tidak stagnan,” ujarnya.

Ketiga dari sisi sarpras juga harus ditingkatkan agar lebih memadai, paling tidak ada proyektor di setiap kelas, ada smart TV yang disesuaikan dengan kemampuan dan juga kebutuhan sekolah

Keempat soal pembiayaan yang menurutnya bisa berkolaborasi dengan perusahaan atau lembaga terkait yang concern di bidang Pendidikan

Kelima atau yang terakhir branding di media sosial, official website hingga bekerjasama dengan media massa,

“Karena kita tidak bisa memungkiri karena informasi di dunia maya atau internet, termasuk media sosial cukup massif didapatkan oleh masyarakat luas,” imbuhnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Istiningsih, M.Pd. menyoroti perihal status kelembagaan MI Sananul Ula Daraman.

Menurut Prof Isti, bahwa MI Sananul Ula Daraman yang merupakan lembaga swasta di bawah naungan Yayasan Maarif Nahdlatul Ulama justru memiliki fleksibilitas tinggi.

“Jadi itu nilai plus yang dimiliki MI Sananul Ula Daraman, sehingga bisa berkembang dan berinovasi sesuai dengan keinginannya, karena tidak terikat dengan peraturan-peraturan seperti pada lembaga negeri,” ucapnya.

Prof Isti Juga menguraikan ada hal yang harus diperhatikan jika MI Sananul Ula Daraman ingin memperkuat Lembaga sekolahnya.

“Yang Pertama Kekompakan dari elemen yang ada di sekolah, kemudian kepercayaan, saling support, saling berdaya. Kemudian meningkatkan kompetensi, meningkatkan sarpras dan pemanfaatan IT atau teknologi informasi,” tambah Prof Isti.

Pemateri selanjutnya, Prof. Dr. Hj. Na'imah, M.Hum. yang expert di penulisan karya ilmiah, menyampaikan motivasi dan tisp kepada para guru agar terus belajar menulis.

Guru besar yang sudah mencetak banyak karya ilmiah dan buku ini memberkan kiat Menyusun karya ilmiah bagi para guru .

“Ada beberapa kiat, yang pertama Bisa menuliskan apa yang guru lakukan di dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik. Bisa melibatkan teman sejawat ataupun elemen di luar sekolah untuk berkolaborasi,” urai Prof. Naim.

Di sisi lain, Guru bisa juga untuk meningkatkan kemampuan menulis para siswa, karena bisa saja siswa memiliki bakat yang terpendam, sehingga menemukan kemampuan menulis mereka.

“Jangan pesimis jika merasa belum bisa menulis, tidak apa-apa nulis sebisanya saja dulu. Coba saja dulu, karena tidak ada yang salah untuk memulai,” tambahnya.

Di sisi lain, Dr. Sigit Prasetyo, M.Pd. Si. memaparkan bagaimana proses pembelajaran IPA yang bisa mendorong tercapainya bembelajaran yang berkualitas dan bisa dijelaskan dengan contoh konkret .

“Untuk mencapai tujuan pembelajaran perlu memperhatikan asesement penilaian. Ada 3, yaitusumatif, formatifdandiagnostik,” paparnya.

Selain itu pembelajaran di SD juga bisa menggunakan pembelajaranHigher Order Thinking Skills(HOTS), baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi .

Doctor Sigit menyayangkan masih banyak yang merasa bahwa di kelas rendah itu tidak bisa pakai HOT, tapi memakaiLower Order Thinking Skills(LOTS).

“Padahal baik rendah maupun tinggi sama pakai HOTS, tergantung dengan kebutuhan dan juga perkembangan peserta didik itu . misalnya contoh kongkritnya dalam pembelajaran anatomi hewan. Siswa bisa diajak menganalisis hewan di sekitarnya, misalkan semut ada berapa kaki? Ada kupingnya, matanya tidak dan lainnya. Hal-hal detil seperti itu yang perlu ditanyakan kemudian ditutup dengan evaliasi dan refleksi,” terangnya.

Pada sesi penutupan, Dr. Sintha Sih Dewanti, M.Pd menyampaikan rancangan kolaborasi antara Program Doktor PGMI FTIK UIN Sunan Kalijaga dengan MI MI Sananul Ula Daraman.

Menurutnya, program dari MI Sananul Ula Daraman sudah menyiapkan kolaborasi menulis, penelitian yang bisa dilakukan oleh pihak dosen Program Doktor PGMI FTIK UIN Sunan Kalijaga dan juga pihak guru di MI Sananul Ula Daraman.

“Untuk mempermudah juga disajikan nihpilihan-pilihan jenis penelitian dan contoh judul yang bisa diangkat untuk kolaborasi bersama ini . Tentu ini tidak hanya selesai di talkshow, tetapi bisa berkelanjutan dengan kerja-kerja konkret guru di MI Sananul Ula Daraman yang sudah mendapatkan gambaran tema-tema yang sudah diangkat,” pungkasnya.

cr: https://www.beritajogja.com/news/184853111/program-doktor-pgmi-ftik-uin-sunan-kalijaga-berkolaborasi-dengan-mi-sananul-ula-daraman-gelar-talk-show-bedah-cara-meningkatkan-kualitas-sekolah?page=3

Pada sesi penutupan, Dr. Sintha Sih Dewanti, M.Pd menyampaikan rancangan kolaborasi antara Program Doktor PGMI FTIK UIN Sunan Kalijaga dengan MI MI Sananul Ula Daraman.