Parulian mempresentasikan penelitian doktoralnya yang berjudul “Konstruksi Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Pada Pembelajaran PKn SD/MI di Kabupaten Tapanuli Selatan”
YOGYAKARTA — Program Doktor (S3) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar forum akademik Seminar Hasil Disertasi atas nama mahasiswa Parulian Siregar (NIM. 23304082005) pada hari Kamis, 1 September 2026 secara daring melalui platform Zoom. Seminar ini diselenggarakan sebagai tahapan evaluasi dan uji kelayakan saintifik terhadap data temuan lapangan, sebelum naskah disertasi melangkah ke tahapan krusial berikutnya. Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini berlangsung secara khidmat dan dihadiri oleh jajaran pembimbing serta dewan penguji.
Dalam pemaparannya, Parulian mempresentasikan penelitian doktoralnya yang berjudul “Konstruksi Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Pada Pembelajaran PKn SD/MI di Kabupaten Tapanuli Selatan”. Penelitian ini menaruh perhatian mendalam pada integrasi nilai-nilai tradisi dan falsafah hidup masyarakat Sipirok ke dalam kurikulum serta pedagogi Pendidikan Kewarganegaraan di tingkat dasar. Melalui eksplorasi tersebut, riset ini berupaya membangun model konseptual dan implementatif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, moderasi, serta koeksistensi damai lintas etnis dan agama sejak pendidikan dasar.
Proses bimbingan dan penyusunan karya ilmiah ini berada di bawah arahan promotor Prof. Dr. Hj. Sri Sumarni, M.Pd. dan co-promotor Prof. Dr. Sangkot Sirait, M.Ag. Keduanya senantiasa memberikan arahan substantif agar konstruksi teoretis yang dirancang tidak hanya kokoh secara epistemologis, tetapi juga memiliki kontribusi terapan (practical contribution) yang nyata bagi pengembangan kurikulum madrasah ibtidaiyah maupun sekolah dasar di wilayah multi-kultur.
Sepanjang sesi diskusi dan telaah kritis, tim penguji dan audiens akademik memberikan sejumlah saran serta catatan evaluasi yang komprehensif. Masukan yang mengemuka berfokus pada ketajaman metodologis, penguatan triangulasi data temuan lapangan di Sipirok, elaborasi teoritis terhadap sintesis konsep multikulturalisme lokal, hingga kejelasan luaran matriks model instruksional bagi pembelajaran PKn. Rangkaian masukan konstruktif ini menjadi dasar penyempurnaan utama untuk mengeliminasi kelemahan analitis naskah disertasi.
Menanggapi berbagai tanggapan dan arahan dari para penguji serta promotor, promovendus menyampaikan komitmennya untuk segera merevisi dan memperdalam argumentasi ilmiah naskah tersebut. Penyempurnaan ini dipersiapkan secara intensif sebagai modal kesiapan teoritis dan metodologis menghadapi Ujian Pendahuluan. Melalui terobosan kajian ini, diharapkan temuan yang dihasilkan mampu menjadi kontribusi akademik yang unggul, integratif, dan berdampak luas bagi penguatan pendidikan multikultural di Indonesia.