Veni Veronica Siregar Kembangkan Pengembangan E-modul Berbasis Kearifan Alam Penei Kepahiang untuk Meningkatkan Literasi Sains Lingkungan dan Sikap Kewirausahaan Siswa MI/SD pada Ujian Proposal Disertasi S3 PGMI

Program Studi Doktor Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S3 PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali melaksanakan Ujian Proposal Disertasi mahasiswa doktoral pada Kamis, 30 April 2026 di Yogyakarta.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa atas nama Veni Veronica Siregar (NIM 24304081009) mempresentasikan proposal disertasi berjudul "Pengembangan E-modul Berbasis Kearifan Alam Penei Kepahiang untuk Meningkatkan Literasi Sains Lingkungan dan Sikap Kewirausahaan Siswa MI/SD." Ujian proposal disertasi ini diuji oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. H. Maragustam, M.A. selaku Promotor I, Dr. Ahmad Arifi, M.Ag. selaku Promotor II, dan Dr. Sintha Sih Dewanti, M.Pd. selaku Ketua Sidang.

Pentingnya (Urgensi) Penelitian

Penelitian yang berjudul "Pengembangan E-modul Berbasis Kearifan Alam Penei Kepahiang untuk Meningkatkan Literasi Sains Lingkungan dan Sikap Kewirausahaan Siswa MI/SD" menjadi sangat penting karena pembelajaran IPAS di MI/SD saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Hasil observasi awal di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Kepahiang menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPAS masih cenderung berorientasi pada penguasaan materi tekstual dan belum banyak memanfaatkan konteks lingkungan serta budaya lokal sebagai sumber belajar, sehingga peserta didik belum memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan literasi sains lingkungan maupun sikap kewirausahaan sejak dini. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekitarnya, serta lemahnya kemampuan mengaitkan konsep IPA dengan potensi ekonomi lokal yang sesungguhnya tersedia di lingkungan mereka.

Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, memiliki kekayaan kearifan alam yang dikenal masyarakat Suku Rejang setempat sebagai budaya Penei atau Umbung Kutei tradisi yang mencerminkan relasi mendalam antara manusia dan alam melalui pengelolaan hasil pertanian seperti padi, tebu, kelapa, dan berbagai komoditas lokal lainnya. Namun, kekayaan kearifan alam ini belum dimanfaatkan secara sistematis sebagai sumber belajar IPAS di sekolah dasar, sehingga pembelajaran sains di kelas sering kali bersifat abstrak dan terlepas dari realitas lingkungan serta budaya yang dihidupi peserta didik sehari-hari. Padahal, pemanfaatan kearifan alam lokal dalam pembelajaran dapat menjadikan konsep-konsep IPA lebih konkret dan bermakna, sekaligus memperkuat identitas budaya dan karakter peserta didik.

Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pengembangan Penei Sustainability Learning Model (PSLM), sebuah model pembelajaran hasil sintesis antara epistemologi kearifan alam Penei masyarakat Rejang Kepahiang dengan lima landasan teoretis sehingga peserta didik tidak hanya memahami konsep ilmiah, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan dan sikap kewirausahaan sosial secara autentik dan kontekstual. Model ini kemudian diimplementasikan dalam bentuk e-modul digital sebagai produk pendamping pembelajaran di kelas.

Ujian proposal disertasi berlangsung dengan lancar dan penuh suasana akademik yang konstruktif. Tim penguji memberikan berbagai masukan, penguatan teoretis, serta saran metodologis guna menyempurnakan penelitian yang akan dikembangkan lebih lanjut pada tahap disertasi. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan model pembelajaran IPAS berbasis kearifan alam di Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar yang lebih inovatif, kontekstual, dan berbasis nilai budaya lokal, sebagai bagian dari penguatan literasi sains lingkungan dan pendidikan kewirausahaan di Indonesia. Program Studi S3 PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus berkomitmen mendorong lahirnya penelitian-penelitian doktoral yang relevan dengan tantangan pendidikan dan pelestarian kearifan lokal di Indonesia.