Mahasiswa Doktoral Kaji Instrumen Asesmen Numerasi Berbasis Budaya Lokal untuk Perkuat Pendidikan Dasar

Yogyakarta, 1 Juli 2026, Mahasiswa Program Doktor, Asriana Harahap, berhasil menyelesaikan Ujian Komprehensif (Kajian Konseptual dan Teoritis) yang digelar pada Rabu, 1 Juli 2026, bertempat di Kampus Sambilegi, Yogyakarta. Dalam ujian tersebut, Asriana memaparkan kajian berjudul "Instrumen Asesmen Literasi Numerasi Kontekstual Berbasis Budaya Lokal: Kajian Konseptual dan Teoritis Perspektif Pendidikan Dasar" di hadapan tim penguji yang terdiri atas akademisi berpengalaman di bidang pendidikan matematika dan asesmen.

Ujian komprehensif ini diuji langsung oleh Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd selaku Ketua Penguji, didampingi Dr. Sintha Sih Dewanti, M.Pd.Si sebagai Sekretaris dan Dr. Sumbaji Putranto, M.Pd sebagai anggota penguji. Selama kurang lebih dua jam, mahasiswa mempresentasikan landasan konseptual dan teoritis penelitiannya, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan kritis dari tim penguji terkait relevansi, orisinalitas, dan kekuatan metodologis dari topik yang diangkat.

Kajian yang diangkat Asriana Harahap merespons persoalan yang selama ini menjadi perhatian dunia pendidikan, yakni masih rendahnya capaian literasi numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia, sebagaimana tercermin dari berbagai hasil asesmen nasional maupun internasional. Salah satu akar masalah yang disoroti adalah minimnya instrumen asesmen yang benar-benar kontekstual dengan latar belakang sosial-budaya peserta didik, sehingga banyak siswa kesulitan memaknai soal-soal numerasi yang menggunakan konteks yang asing bagi pengalaman kesehariannya.

Melalui kajian konseptual dan teoritisnya, Asriana menawarkan gagasan pengembangan instrumen asesmen literasi numerasi yang mengintegrasikan kekayaan budaya lokal ke dalam konten dan konteks soal, dengan tetap berpijak pada kaidah pengukuran yang valid dan reliabel secara ilmiah. Gagasan ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk menghadirkan asesmen yang lebih adil dan bermakna bagi siswa sekolah dasar, sekaligus menjadi sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal melalui jalur pendidikan formal.

Dalam forum ujian, tim penguji memberikan apresiasi terhadap kedalaman kajian konseptual yang disusun, serta memberikan sejumlah masukan konstruktif untuk memperkuat landasan teori dan arah metodologi penelitian pada tahap disertasi selanjutnya. Masukan tersebut antara lain menyangkut penajaman kerangka konseptual, penguatan kajian literatur terkini, serta konsistensi antara landasan teori dengan desain penelitian yang akan dikembangkan.

"Kajian konseptual semacam ini penting untuk memastikan bahwa arah penelitian disertasi memiliki fondasi teori yang kokoh sebelum masuk ke tahap pengembangan dan pengujian instrumen di lapangan," demikian salah satu poin masukan yang mengemuka dalam forum ujian.

Dengan selesainya tahap Ujian Komprehensif ini, Asriana Harahap akan melanjutkan penelitiannya ke tahap penyusunan proposal dan pengembangan instrumen asesmen literasi numerasi berbasis budaya lokal secara lebih mendalam, sebagai bagian dari penyelesaian studi Program Doktor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dasar di Indonesia, khususnya dalam upaya menghadirkan asesmen numerasi yang lebih kontekstual, adil, dan berakar pada kearifan budaya lokal.

Pelaksanujian komprehensif ini menjadi bagian dari komitmen pengembangan keilmuan pendidikan dasar yang inovatif dan kontekstual. Melalui kajian tersebut, diharapkan lahir kontribusi akademik dalam pengembangan sistem asesmen pendidikan yang lebih inklusif, bermakna, dan mampu mengakomodasi keberagaman budaya masyarakat Indonesia.