UJIAN KOMPREHENSIF S3 PGMI: KONSTRUKSI TEORETIS DIALEKTIKA BUDAYA DAN PENDIDIKAN PADA MASYARAKAT ADAT: FONDASI KONSEPTUAL PENELITIAN PENDIDIKAN SUKU ANAK DALAM

Yogyakarta, Jumat, 10 Juli 2026 – Program Studi Doktor Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S3 PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menyelenggarakan Ujian Komprehensif sebagai salah satu tahapan akademik menuju penyusunan disertasi. Pada kesempatan ini, mahasiswa Program Doktor S3 PGMI, Abroto, mempresentasikan makalah komprehensif berjudul "Konstruksi Teoretis Dialektika Budaya dan Pendidikan pada Masyarakat Adat: Fondasi Konseptual Penelitian Pendidikan Suku Anak Dalam." Ujian berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 08.30–09.30 WIB secara akademik di hadapan tim penguji yang terdiri atas :

  • Prof. Dr. Hj. Maemonah, M.Ag. selaku Ketua Penguji,
  • Prof. Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd. sebagai Penguji I, dan
  • Dr. Sigit Prasetyo, M.Pd. sebagai Penguji II.

Makalah yang dipresentasikan mengangkat isu strategis mengenai hubungan antara budaya dan pendidikan dalam kehidupan masyarakat adat, khususnya Suku Anak Dalam. Kajian ini berangkat dari kebutuhan akan sebuah konstruksi teoretis yang mampu menjelaskan bagaimana budaya lokal, pendidikan formal, dan dinamika perubahan sosial saling berinteraksi dalam membentuk praktik pendidikan masyarakat adat. Melalui pendekatan library research, mahasiswa mengintegrasikan berbagai perspektif filsafat, teori pendidikan, antropologi, hingga teori sosial untuk membangun fondasi konseptual yang komprehensif bagi penelitian pendidikan masyarakat adat.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa pendidikan pada masyarakat adat tidak dapat dipahami semata-mata sebagai proses pembelajaran di sekolah, melainkan sebagai proses sosio-kultural yang tumbuh dari interaksi antara manusia, lingkungan, nilai-nilai budaya, serta sistem pengetahuan lokal. Kajian ini menempatkan budaya sebagai fondasi pendidikan yang terus mengalami proses dialektika melalui adaptasi, negosiasi, reproduksi, dan transformasi nilai di tengah perkembangan pendidikan formal. Perspektif tersebut diharapkan mampu memberikan cara pandang baru dalam memahami praktik pendidikan pada komunitas adat di Indonesia.

Selama pelaksanaan ujian, berlangsung diskusi akademik yang dinamis antara mahasiswa dan tim penguji. Berbagai pertanyaan, kritik, dan masukan konstruktif disampaikan untuk memperkuat argumentasi ilmiah, memperdalam sintesis antarteori, serta mempertajam kontribusi kebaruan (novelty) dari kajian yang disusun. Diskusi juga menekankan pentingnya membangun kerangka konseptual yang tidak hanya memiliki kekuatan akademik, tetapi juga mampu menjadi pijakan bagi penelitian disertasi yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan masyarakat adat di Indonesia.

Pelaksanaan ujian berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh suasana akademik yang produktif. Melalui ujian komprehensif ini, mahasiswa menunjukkan kemampuan dalam menguasai berbagai perspektif keilmuan, melakukan analisis kritis terhadap teori-teori yang relevan, serta menyusun sintesis konseptual sebagai fondasi penelitian disertasi. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas akademik mahasiswa doktoral sebagai peneliti yang mampu menghasilkan kontribusi ilmiah bagi pengembangan ilmu pendidikan.

Dengan terselenggaranya ujian komprehensif ini, Program Studi S3 PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga berharap lahir berbagai penelitian doktoral yang tidak hanya memiliki kontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan pendidikan yang berkembang di masyarakat. Kajian mengenai pendidikan masyarakat adat yang dikembangkan melalui makalah ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan, menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang inklusif dan berbasis budaya, serta mendorong terwujudnya praktik pendidikan yang lebih kontekstual, berkeadilan, dan menghargai keberagaman budaya Indonesia.