Dari Kearifan Lokal ke Literasi Sains: Rita Sari Kembangkan Model Seuramoe Saentia untuk Pembelajaran IPA MI
Yogyakarta, 29 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rita Sari (NIM 23304081020), melaksanakan ujian tertutup disertasi pada Senin (29/6/2026). Dalam sidang tersebut, Rita mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran IPA Bermuatan Budaya Aceh dengan Seuramoe Saentia untuk Menstimulasi Literasi Sains Siswa MI.”
Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademik Rita terhadap rendahnya literasi sains siswa Indonesia. Menurutnya, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep sains, menjelaskan fenomena ilmiah, serta menghubungkan pengetahuan yang dipelajari di MI/SD dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari persoalan tersebut, Rita melakukan kajian mendalam terhadap berbagai pendekatan pembelajaran yang berpotensi meningkatkan literasi sains siswa Madrasah Ibtidaiyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki potensi besar sebagai sumber epistemik pembelajaran karena memuat pengetahuan, pengalaman, dan praktik kehidupan yang telah dikenal oleh masyarakat. Namun, dalam model yang dikembangkannya, budaya tidak ditempatkan sebagai materi tambahan yang harus dipelajari siswa, melainkan sebagai konteks didaktik yang membantu guru menjelaskan konsep-konsep IPA secara lebih bermakna.
Melalui model pembelajaran Seuramoe Saentia, budaya Aceh dimanfaatkan sebagai wahana untuk menghubungkan pengetahuan ilmiah yang diajarkan di madrasah dengan pengalaman hidup siswa. Model ini dirancang untuk memfasilitasi aspek didaktik dan metodik pembelajaran sehingga guru memiliki kerangka yang sistematis dalam mengajarkan IPA berbasis konteks lokal tanpa mengurangi substansi keilmuan sains itu sendiri.
Sidang ujian tertutup dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Maemonah, M.Ag. selaku Ketua Sidang dan Dr. Sintha Sih Dewanti, S.Pd.Si., M.Pd.Si. sebagai Sekretaris. Tim penguji terdiri atas Jamil Suprihatiningrum, S.Pd., M.Pd., Ph.D. sebagai Penguji Utama, Dr. Winarti, M.Pd. sebagai Penguji Kedua, Dr. Dra. Sudiati, M.Hum. dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai Penguji Ketiga (Eksternal), Prof. Dr. H. Maksudin, M.Ag. sebagai Penguji Keempat, dan Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd. sebagai Penguji Kelima.
Dalam proses ujian, para penguji memberikan apresiasi terhadap upaya pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan kekayaan budaya Aceh ke dalam pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini dinilai memiliki kontribusi dalam memperkaya inovasi pembelajaran yang kontekstual sekaligus memperkuat relevansi pendidikan dengan lingkungan sosial budaya peserta didik.
Di sisi lain, para penguji juga memberikan sejumlah catatan konstruktif untuk penyempurnaan disertasi. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah perlunya penguatan substansi konsep-konsep IPA yang menjadi inti model pembelajaran. Para penguji menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan model tetap harus berorientasi pada peningkatan literasi sains siswa, sehingga penguasaan konsep ilmiah perlu memperoleh porsi yang kuat dalam keseluruhan rancangan pembelajaran.
Selain itu, tim penguji mengingatkan pentingnya memastikan bahwa budaya yang digunakan dalam pembelajaran benar-benar berfungsi sebagai jembatan konseptual bagi siswa. Integrasi budaya harus membantu mempermudah pemahaman konsep sains, bukan menjadi beban kognitif tambahan. Mengingat materi IPA pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah telah memiliki tingkat kompleksitas tersendiri, penggunaan konteks budaya perlu dilakukan secara selektif, proporsional, dan berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran.
Melalui berbagai masukan tersebut, disertasi Rita Sari diharapkan semakin memperkuat kontribusi model Seuramoe Saentia sebagai inovasi pembelajaran IPA yang tidak hanya berakar pada budaya lokal Aceh, tetapi juga mampu membantu guru menstimulasi literasi sains siswa secara lebih efektif, kontekstual, dan bermakna.