Ujian Proposal Disertasi: Laila Fajrin Kembangkan Modul Pendidikan Seksualitas Berbasis Kearifan Lokal Jepara
Yogyakarta, 9 Maret 2026. Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, Laila Fajrin, melaksanakan ujian proposal disertasi di Ruang 303 Kampus Sambilegi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ujian berlangsung pada pukul 11.30 hingga 12.30 WIB dan dihadiri oleh tim penguji dari program doktor PGMI.
Ujian proposal tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Maemonah, M.Ag. selaku ketua penguji. Hadir pula Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd. sebagai promotor sekaligus penguji 1 dan Dr. Rohinah, S.Pd.I., M.A. sebagai co-promotor sekaligus penguji 2 yang memberikan penilaian sekaligus masukan akademik terhadap proposal disertasi yang diajukan.
Dalam pemaparannya, Laila Fajrin mempresentasikan proposal disertasi berjudul “Pengembangan Model Pendidikan Seksualitas Berbasis Kearifan Lokal Jepara sebagai Upaya Penghapusan Kekerasan Seksual di Pendidikan Dasar Islam”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap kasus kekerasan seksual pada anak serta pentingnya pendidikan seksualitas yang sesuai dengan konteks sosial dan budaya masyarakat. Melalui penelitian tersebut, Laila berupaya mengembangkan modul pendidikan seksualitas yang tidak hanya memberikan pemahaman kepada siswa tentang perlindungan diri, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Jepara sebagai pendekatan pendidikan yang kontekstual dan mudah diterima di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Selama proses ujian, para penguji memberikan berbagai masukan terkait penguatan kerangka teoritik, perumusan model konseptual, serta strategi metodologi penelitian yang akan digunakan pada tahap penelitian selanjutnya. Diskusi berlangsung secara konstruktif dan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan rancangan penelitian disertasi tersebut.
Ujian proposal ini menjadi tahap awal dalam proses penelitian disertasi yang akan dilanjutkan dengan pengumpulan data lapangan dan pengembangan modul pendidikan seksualitas berbasis kearifan lokal. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter dan perlindungan anak di lingkungan sekolah dasar.